PEMBUATAN MINUMAN TEH HITAM (Camellia sinensis) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

Authors

  • Rahma Novita Isnaeni STIKes Mitra Keluarga
  • Afrinia Eka Sari STIKes Mitra Keluarga

DOI:

https://doi.org/10.47522/jmk.v3i2.85

Keywords:

aktivitas oktioksidan, daun salam, imunitas teh hitam

Abstract

Pendahuluan: Minuman fungsional disukai semua kalangan dan berpotensi dalam upaya peningkatan kesehatan tubuh. Minuman ready to drink (RTD) adalah sebuah jenis minuman yang dijual dalam bentuk kemasan khusus sehingga dapat langsung dikonsumsi serta memudahkan konsumen dalam mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik organoleptik, kandungan aktivitas antioksidan produk, serta penerimaan masyarakat terhadap produk minuman fungsional teh ready to drink.

Metode: Produk ini diformulasikan ke dalam 3 formula, Formula 1 (daun teh hitam 3,75 gram, daun salam 1,25 gram, gula stevia 7 gram, dan air 500 mL), Formula 2 (daun teh hitam 2,5 gram, daun salam 2,5 gram, gula stevia 7 gram, dan air 500 mL), dan Formula 3 (daun teh hitam 1,25 gram, daun salam 3,75 gram, gula stevia 7 gram, dan air 500 mL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain eksperimental

Hasil: Hasil analisis uji statistik pada indikator kejernihan dan warna menunjukkan ada perbedaan Formula 1 dengan Formula 3 dan Formula 2 dengan Formula 3 dari hasil uji statistik didapatkan nilai p < 0,05. Uji aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu Formula 2 sebesar 633,36 ppm.

Kesimpulan: Daya terima pada produk minuman fungsional teh ready to drink panelis paling banyak menyukai Formula 2. Kesimpulannya adalah minuman fungsional teh dapat diterima oleh masyarakat.

References

Adawiah, A., Sukandar, D. and Muawanah, A. (2015) ‘Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Komponen Bioaktif Sari Buah Namnam’, Jurnal Kimia VALENSI, 1(November), pp. 130–136. doi: 10.15408/jkv.v0i0.3155.

Angraini, D. I. and Ayu, R. (2015) ‘The Relationship Between Nutritional Status and Immunonutrition Intake with Immunity Status’, JUKE Unila, 4(8), pp. 158–165.

Atmadja, T. F. A. and Yunianto, A. E. (2019) ‘Formulasi minuman fungsional teh meniran (Phyllanthus niruri) tinggi antioksidan’, AcTion: Aceh Nutrition Journal, 4(2), p. 142. doi: 10.30867/action.v4i2.185.

Darussalam, M. and Rukmi, D. K. (2016) Peran Air Rebusan Daun Salam ( Syzgium Polyanthum ).

Fajrina, A., Junuarty, J. and Sabirin, S. (2016) ‘Penetapan kadar tanin pada teh celup yang beredar dipasaran secara spektrofotometri uv-vis’, Jurnal Farmasi Higea, 8(2), pp. 133–142.

Friskilla, Y. and Rahmawati, R. (2018) ‘Pengembangan Minuman Teh Hitam Dengan Daun Kelor (Moringa Oleifera L) Sebagai Minuman Menyegarkan’, Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan, 1(1). doi: 10.36441/kewirausahaan.v1i1.53.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2020) ‘Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MenKes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)’, MenKes/413/2020, 2019, p. 207.

Molyneux, P. (2004) ‘The Use of the Stable Free Radical Diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity’, Songklanakarin Journal of Science and Technology, 26(December 2003), pp. 211–219. doi: 10.1287/isre.6.2.144.

Rahman, N., Bahriul, P. and Diah, A. (2014) ‘Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Dengan Menggunanakan 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil’, Jurnal Akademika Kimia, 3(3), pp. 143–149.

Rasheed, Z. (2019) ‘Molecular evidences of health benefits of drinking black tea.’, International journal of health sciences, 13(3), pp. 1–3.

Siregar, R. N. I. (2015) ‘The Effectof Eugenia polyantha Extrac on LDL’, J Majority, 4(5), pp. 85–92.

Sudaryat, Y. et al. (2015) ‘Antioxidant activity of ten grades of Indonesia black tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) liquor’, Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 18 (2)(March), pp. 95–100.

Tristantini, D. et al. (2016) ‘Pengujian Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH pada Daun Tanjung ( Mimusops elengi L )’, Universitas Indonesia, p. 2.

Tristanto, N. A., Budianta, D. W. and Utomo, A. R. (2017) ‘Pengaruh Suhu Penyimpanan dan Proporsi Teh Hijau: Bubuk Daun Kering Stevia (Stevia Rebaudiana) terhadap Aktivitas Antioksidan Minuman Teh Hijau Stevia dalam Kemasan Botol Plastik’, Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 16(1), pp. 22–29.

Wang, Z., Qiang, W. and Ke, H. (2020) ‘A Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention’, Hubei Science and technology press, pp. 1–108.

Wardani, R. K. and Fernanda, M. A. H. F. (2016) ‘Analisis Kadar Kafein dari Serbuk Teh Hitam , Teh Hijau dan Teh Putih ( Camellia sinensis L .)’, Jurnal Farmasi dan Sains, 1(1), pp. 21–23.

Widyawati, P. S. et al. (2018) ‘Aktivitas Antioksidan Minuman Daun Beluntas Teh Hitam (Pluchea indica Less-Camelia sinensis)’, Agritech, 38(2), p. 200. doi: 10.22146/agritech.25699.

Downloads

Published

2021-06-30

How to Cite

Isnaeni, R. N., & Sari, A. E. . (2021). PEMBUATAN MINUMAN TEH HITAM (Camellia sinensis) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN PADA MASA PANDEMI COVID-19. Jurnal Mitra Kesehatan, 3(2), 105–112. https://doi.org/10.47522/jmk.v3i2.85