IDENTIFICATION OF FORMALDEHYDE IN UNBRANDED WET NOODLES AT TRADITIONAL MARKETS OF TAMBUN SELATAN USING TEST KIT METHODS AND UV-VIS SPECTROPHOTOMETRY

Authors

  • Wilis Rarabiella STIKes Mitra Keluarga
  • Elfira Maya Sari STIKes Mitra Keluarga
  • Siti Nurfajriah STIKes Mitra Keluarga

DOI:

https://doi.org/10.47522/jmk.v1iIAHSC.117

Keywords:

Formaldehyde, Wet Noodles, UV-VIS Spektrofotometry, Formaldehyde Test Kit

Abstract

Introduction: Wet noodles are flour-based foods that are widely consumed by the community because of their easy processing. The high water content in wet noodles makes the noodles not last long. In fact, there is still a preservative in wet noodles that is not used, namely formaldehyde. The purpose of this study was to determine whether there was formaldehyde in unbranded wet noodles in the Traditional Market of South Tambun District and to determine the level of formaldehyde in unbranded noodles in the Traditional Market of South Tambun District.

Method: This research was conducted at the STIKes Mitra Keluarga laboratory. The type of research used is descriptive. There are 7 samples taken from 4 different markets. The sample was tested using a formaldehyde test kit and resulted in 6 positive formaldehyde samples. According to SNI, formaldehyde should not be in wet noodles. So that the results of the 6 samples did not meet the quality requirements of wet noodles.

Results: Furthermore, the positive sample was determined using a UV-VIS spectrophotometer and Nash reagent. The lowest level of formaldehyde is 18.61 mg/L while the highest level is 738.45 mg/L.

Conclusion: First, the regulation is not yet known by the producers because it is classified as traditional. Second, there is no good control from authorized institutions or officers. Third, the lack of guidance for producers

Author Biographies

Wilis Rarabiella, STIKes Mitra Keluarga

Department of Medical Laboratory Technology

Elfira Maya Sari, STIKes Mitra Keluarga

Department of Medical Laboratory Technology

Siti Nurfajriah, STIKes Mitra Keluarga

Department of Medical Laboratory Technology

References

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2013 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet.

[BPOM] Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2008). formaldehyde (Larutan Formaldehid).

[Kemenkes RI] Kementrian Keseharan RI. (2012). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Kementrian Kesehatan RI, Nomor. 033, 3,13-37.

Abdulmumeen, H. A., Risikat, A. N., & Sururah, A. R. (2012). Food: Its preservatives, additives and applications. Ijcbs, 1, 36–47.

Asyfiradayati, R., Ningtyas, A., Lizansari, M., Purwati, Y., & Winarsih, W. (2019). Identifikasi Kandungan formaldehyde Pada Bahan Pangan (Mie Basah, Bandeng Segar dan Presto, Ikan Asin, Tahu) di Pasar Gede Kota Surakarta. Jurnal Kesehatan, 11(2).

BRSDM. (2013). Rekomendasi Teknologi Kelautan dan Perikanan. http://brsdm.kkp.go.id/__pub/files34925Buku Rekomendasi Teknologi KP 2013.pdf

Cahyadi, W. (2012). Bahan Tambahan Pangan (2nd ed.). Bumi Aksara.

Chemical Inc Laboratory. (2005). Material Safety Data Sheet ( MSDS ): Formaldehyde.

Dwi Agustiningrum, S., Kusuma Wardani, N., & Nurindah Alifianti, N. (2018). Foods Containing formaldehyde And Chlorine In The East Surabaya Area. ICASH Research for Better Society, 3, 348–355.

Fadilah, R. (2017). Bahan Ajar “Bahan Tambahan Makanan” (pp. 9–28).

Indriani, A. D., & Suwita, I. K. (2018). Keamanan Pangan Mie Basah Kuning ( Kandungan Boraks , formaldehyde, Methanil yellow ) Di Beberapa Pasar Tradisional Kota MALANG. Jurnal Gizi KH, 1(1), 42–51.

Irawan, A. (2019). Kalibrasi Spektrofotometer Sebagai Penjaminan Mutu Hasil Pengukuran Dalam Kegiatan Penelitian Dan Pengujian. Indonesian Journal of Laboratory, 1(2), 1–9.

J.K Negara et al. (2016). Aspek mikrobiologis, serta Sensori (Rasa, Warna,Tekstur, Aroma) Pada Dua Bentuk Penyajian Keju yang Berbeda. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 4(2), 286–290.

Junaini, Wibowo, M. A., & Riyanto, R. (2016). Uji Kualitatif Kandungan Formaldehid Alami pada Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) Selama Penyimpanan Suhu Dingin Menggunakan Test Kit Antilin. JKK, 5(3), 8–12.

Kamruzzaman, M. (2016). formaldehyde Crime in Bangladesh: A Case Study. European Journal of Clinical and Biomedical Sciences, 2(5), 39–44.

Koswara, S. (2009). Teknologi pengolahan mie. EBookpangan.Com, h 2.

Krisnawati, M. (2018). Penetapan Kadar formaldehyde Pada Mie Basah yang Dijual Di Pasar Piyungan dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS. 53(9), 1689–1699.

Male, Y. T., & Letsoin, L. I. (2018). Analisis kandungan formaldehyde pada mie basah pada beberapa lokasi di kota ambon. 02(March), 5–10.

Masturoh, I., & Nauri, A. T. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Modul Penanganan Mutu Fisis. (2013). Pengujian Organoleptik. Universitas Muhammadiyah Semarang, 31.

Nababan, D., Indriana, R., & Sitepu, R. (2019). Analisis Kandungan Formaldehid Pada Tahu Yang Dijual Di Pasar Kota Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup, 1(2), 1–10.

Nani, E., & Wibowo, Y. M. (2019). Analisis Kandungan formaldehyde, Boraks, dan Protein dalam Mie Basah. Biomedika, 12(1), 67–73.

Nasution, S. (2017). Variabel penelitian. Raudhah, 05(02), 1–9.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. RINEKA CIPTA.

Paratmanitya, Y., & Veriani, A. (2016). Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 4(1), 49.

Prabhu, P. (2011). Detection and Quantification of Formaldehyde by Derivatization with Pentafluorobenzylhydroxyl Amine in Pharmaceutical Excipients by Static Headspace GC/MS. PerkinElmer App, 4.

Refwalu, M. H., Rorong, J. A., & Sudewi, S. (2016). Analisis Kandungan formaldehyde Pada Berbagai Jenis Daging Di Pasar Swalayan Kota Manado. Pharmacon, 5(4), 168–173.

Rosita, N. (2020). Analisis Kandungan formaldehyde pada Tahu di Pasar Tradisional dan Pasar Swalayan Kota Tanggerang Selatan. Laporan Hasil Penelitian.

Roswiem, A. P., & Septiani, T. (2018). Identifikasi Formaldehida Dalam Tahu Dan Mie Basah Pada Produk Pedagang Jajanan Di Sekitar Kampus Universitas YARSI Jakarta. YARSI Medical Journal, 26(3), 112–118.

Sari, T. M., Dira, & Shinta. (2017). Analisis formaldehyde pada Ikan Asin Kembung di Beberapa Pasar di Kota Padang dengan Metoda Spektrofotometer UV-Vis. UNES Journal of Scientech Research (JSR), 2(2), 159–166.

Sikanna, R. (2016). Analisis Kualitatif Kandungan formaldehyde Pada Tahu Yang Dijual Dibeberapa Pasar Di Kota Palu. Kovalen, 2(2), 85–90.

Susanto, H., Latifah, E., & Kusuma, T. M. (2015). Analisa Kualitatif Kandungan formaldehyde pada Tahu di Pasar Tradisional Kodya Magelang. Jurnal Farmasi Sains Dan Praktis, 1(1), 17–12.

Syafitri, W., Adang, F., & Syarif, H. (2012). Skrining pereaksi spot test untuk deteksi kandungan formaldehyde pada bahan pangan. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 1(2), 1–11.

Syarfaini, & Rusmin, M. (2014). Analisis Kandungan formaldehyde Pada Tahu di Pasar Tradisional Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 1–11.

Tamsil, A., Akram, A., Budidaya, J., Fakultas, P., & Kelautan, I. (2020). Bahaya Penggunaan formaldehyde Sebagai Pengawet Bahan Makanan. 4(1), 39–44.

Umanagara, S., & Fahamsyah, E. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Produk Mie Basah yang Mengandung Fomalin. 3, 1071–1090.

Umbingo, S. C., Sudewi, S., & Wewengkang, D. S. (2015). Validasi Metode Analisis formaldehyde Dalam Daging Paha Ayam Di Kota Manado. Pharmacon, 4(3), 139–146.

Yulianti, C.H, A. N. (2020). Analisis Kandungan formaldehyde pada Mie Basah Menggunakan Nash dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Journal of Pharmacy and Science ,5(1),7–14. 132

Zackiyah. (2016). Spektrometri Ultra Violet/Sinar Tampak (UV-Vis). Kimia Analitik Instrumen, 1–46.

Downloads

Published

2021-12-22